Gubernur Hindia Belanda Suka Nongkrong di Jembatan Merah

Dulu di sekitar Jembatan Merah, di Minggu pagi sering menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Bogor, terutama dari kalangan Belanda dan Eropa. Foto: bogoraya.co/dhodi syailendra
Dulu di sekitar Jembatan Merah, di Minggu pagi sering menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Bogor, terutama dari kalangan Belanda dan Eropa. Foto: bogoraya.co/dhodi syailendra

BogoRaya.co – Ada suatu tempat di Kota Bogor yang dalam sejarahnya menjadi tempat Gubernur Hindia Belanda nongkrong sambil makan makanan khas Bogor. Tempat itu adalah Jembatan Merah.

Jembatan yang lokasinya sekitar 100 meter dari Stasiun Bogor ini dibangun pada tahun 1800-an di masa penjajahan Belanda. Jembatan tersebut menghubungkan Jalan Kapten Muslihat, Merdeka, dan Panaragan.

Jembatan Merah dibangun di atas Sungai Cipakancilan. Sungai tersebut berfungsi untuk mengaliri persawahan di utara Dayeuh Bogor, seperti Kebon Pedes, Cilebut, Bojong Gede, Depok dan berakhir di Sungai Ciliwung.

Dulu di sekitar Jembatan Merah, di Minggu pagi sering menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Bogor, terutama dari kalangan Belanda dan Eropa. Salah satunya adalah Gubernur Hindia Belanda, Gustaf Willem Baron Van Imhoff, yang saat itu tinggal di Istana Bogor.

Baca juga: Gulali Jajanan Jadul tetap Eksis hingga Kini

Tuan Baron sering terlihat di Jembatan Merah di Minggu pagi untuk olahraga dan menikmati makanan khas Bogor yang dijual di sekitar Jembatan Merah, seperti doclang, bubur ayam, lontong, tahu goreng setengah matang, kentang goreng, dan kerupuk merah.

Di malam hari, khususnya malam Minggu, kawasan Jembatan Merah juga sering dikunjungi para anak muda bule dan para priyayi yang dijuluki Mience.

Sebelum mereka berkumpul di tempat hiburan di Societet Hitte (sekarang kawasan perbankan Jalan Juanda), mereka nongkrong di kawasan Jembatan Merah sambil makan jajanan khas Bogor.

Saat ini kawasan Jembatan Merah masih menjadi salah satu tujuan kuliner di Kota Bogor. Para pedagang makanan di sana mulai buka jam 4 sore sampai malam hari. Makanan seperti dimsum, nasi uduk, doclang, martabak, bubur ayam dan kue pukis bisa anda cicipi di sana. (dhodi)